DUA PRIA INI

 

Hei, kau. Taukah kau, aku bahagia ketika kau dengan senang hati bertemu dengan ayahku. Aku mengikuti langkah kalian dengan riang, memandang kalian dengan harapan dua pria di depan ku bisa bercengkrama layaknya sahabat. Dan seperti mendengar harapanku, kau melakukannya dengan baik.

Terimakasih untuk keakraban yang tercipta, meski aku tahu wajah lelahmu terlihat jelas namun berhasil kau tutupi di depan ayahku. Terimakasih karena telah membuat ayahku nyaman dengan kehadiranmu, membuat ayahku menemukan kembali sosok anak tertuanya yang sudah lama pergi jauh.

Sedikit demi sedikit, kau berhasil mengubah rasaku terhadapnya. Terlepas dari semua permasalahan rumah tangga kedua orangtuaku, aku mencintai ayahku kembali. Tetap genggam tanganku seperti ini, memelukku sehangat yang kau mampu, memanjakanku sebisamu, menutupi kekuranganku tanpa memandangku rendah, tetap seperti ini sayang.

-tentang malam yang mengejutkan-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s