Maafkan Aku yang Terlahir ‘Biasa’

Aku dibesarkan dari kesederhanaan, yang nyatanya kini membuatku tidak begitu paham bagaimana berdandan glamour. Wajahku biasa saja, tidak ada yang menarik untuk mempesona mata lelaki. Memang harus aku akui, jika kecantikan memanglah fokus terpenting bagi wanita. Akan menjadi kebanggan jika sesorang memiliki pasangan yang cantik, apalagi ketika memperkenalkannya di depan khalayak ramai kan?. Namun, satu hal yang harus diyakini, bahwa cinta dan kenyamanan tidak mengenal paras.

Kerap kali rasa iri melanda, kenapa Tuhan tidak menciptakanku seperti mereka dengan segala kecantikan parasnya, dengan hidungnya yang mancung, dengan tubuh aduhai.  Karena mereka yang memiliki hal itu akan disanjung, banyak dicintai, apalagi tidak sedikit juga yang membanggakannya. Sedangkan aku, aku seperti tidak dibutuhkan, dianggap bayangan yang keberadannya akan lenyap ditelan lautan manusia. Jangan takut, jika kau merasa kesulitan mencariku, dan nyatanya aku ada disitu, maka aku lah yang akan menemukanmu.

Sayang, kau tidak perlu memikirkan berbagai cara bagaimana membahagiakanku. Tidak perlu lah merepotkan diri menghadiahkanku barang yang bermerek mahal hingga megahabiskan rupiah dari dompetmu, atau mengajakku ke salon ternama yang isinya artis kenal untuk membuatku terlihat cantik. Aku sudah seperti ini, yang menyukai hal sederhana, bahkan senyum simpulmu pun bisa membuatku bahagia. Aku lebih suka berlama-lama bersamamu menikmati gunung dan lautan yang tidak berasa, kita menyaksikan bagaimana Tuhan memciptakannya dengan tersenyum

Sayang, jika kita kelak menua bersama, jangan berkecil hati, kumohon jangan menyalahkan atas ketidakcantikan parasku. Wanitamu yang sederhana dan biasa saja ini, hadir bukan untuk memberikan kecewa, namun bahagia. Mungkin aku jauh dari kata indah. Tapi tenanglah, aku akan membuktikan bahwa sekedar kata indah tidak cukup membuatmu berucap “aku bangga memilikimu”. Dan ku pastikan segala sesuatu yang ada dalam diriku akan menutupi kekuranganmu, bukan hanya kesetiaan tapi ada hal lebih yang tidak akan kau dapatkan dari diri orang lain.

Dari wanitamu yang terlahir “biasa”.

Advertisements

2 thoughts on “Maafkan Aku yang Terlahir ‘Biasa’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s