Masa Ke(emas)sibukan – Pulau Onrust

(Bagian Kedua)

Pulau Onrust atau Unrest berarti tidak pernah beristirahat. Berbeda dengan Pulau Kelor yang sangat mungil, Pulau Onrust merupakan pulau terbesar dari ketiga pulau yang kita kunjungi. Pulau Onrust ditetapkan sebagai taman situs arkeolog dan banyak bangunan sisa sejarah yang tak beratap di dalam kawasannya, beberapa hanya tinggal pondasia yang tersusun rapi seperti batu dudukan.

P_20161211_112322.jpg
Tempat cuci umum

Ada bangunan yang difungsikan sebagai tempat cuci umum jemaah haji, sumur penampungan, penjara, makam Belanda, dan makam pribumi. Sejak Pulau Onrust dijadikan pemukiman sekitar abad ke-17, salah satu sumber kehidupannya adalah air bersih yang dibuktikan dengan adanya penampungan air di pulau itu. Namun, rata-rata penduduknya pada saat itu tidak berumur panjang. Diduga penyakit tropis yang menjadi penyebab kematian.

1481451095926
Museum di Pulau Onrust

Pemandu kita menceritakan dulunya pulau ini difungsikan sebagai karantina haji setelah pulang dari Mekkah. Karantina Hajji hanya sebuah gagasan pemerintah Kolonial Belanda karena kekhawatiran mereka terhadap penduduk yang baru pulang dari Mekkah apabila nantinya mereka memilki ide dan pemikiran baru untuk melakukan pemberontokan.

1481451118123
Puing-puing Barak Karantina Haji

Tidak hanya dijadikan tempat karantina haji, pulau ini menjadi tempat tahanan para pemberontak penjajah Belanda dan orang-orang Jerman yang dituduh sebagai pengikut NAZI yang ada di Indonesia.

Jpeg
Penjara di Pulau Onrust

Setelah Jepang mengusai Batavia, Pulau Onrust dijadikan penjara bagi tahanan politik. Salah satunya adalah D.N. Aidit yang dikenal sebagai tokoh PKI. Selain itu Pulau Onrust juga pernah dimanfaatkan sebagai rumah sakit karantina untuk penderita penyakit menular dan penampungan gelandangan dan pengemis. Jangan heran, jika di pulau ini akan banyak ditemukan makam keramat dan sebuah kompleks pemakaman Belanda.

Jpeg
Miniatur Colloseum di Pulau Onrust

Pemandu juga mengajak peserta memasuki bangunan bekas penjara. Di dalamnya ada arena kecil seperti Colloseum di Roma, Italia. Dulunya, arena itu digunakan untuk mengadu tawanan hingga tewas apabila kapasitas penjara berlebih. Membayangkannya saja sudah menakutkan!

Beberapa meter dari penjara, kita mengikuti pemandu untuk memasuki komplek pemakaman Belanda. Tapi, saya dan abang hanya berdiri di depan komplek, tidak masuk ke dalamnya. Dari luar komplek pemakaman terlihat beberapa nisan yang terbuat dari batu biasa dan ada juga yang terbuat dari batu bata dengan ukiran. Di sudut pulau ini juga ditemukan makam pribumi yang sangat sederhana, ditandai dengan bendera merah putih kecil yang diikatkan pada kayu kecil dan di tancapkan di atas makam. Disebelah makam pribumi tersebut ada bangunan kecil seperti gubuk, di dalamnya ada nisan yang dikeramik. Konon katanya, salah satu makam itu merupakan makam Kartosoewiryo yang merupakan pemimpin DI/TII.

Jpeg
Komplek Pemakaman Belanda
1481451109465
Konon Katanya salah satu dari makam yang dikeramik adalah makam Pemimpin DI/TII

Tentu saja mendengar sepenggal kisah yang diceritakan kembali oleh pemandu, sontak membuat bulu kuduk merinding. Wajar sih, dengan sejarah kelam yang mengikatnya hingga sisa-sisa peninggalan sejarah di pulau Onrust masih dapat kita lihat.

Selesai mengelilingi Pulau Onrust, penyelenggara trip sudah menyiapkan makan siang sederhana untuk peserta. Nikmat itu nggak harus mewah loh. Makan bersama dengan peserta lain dari trip berbeda juga bisa menumbuhkan rasa kebersamaan. Jangan lupa buang sampah sisa makan pada tempatnya ya..

Meskipun ada hawa magis di pulau ini, tapi ngga lupa buat mengabadikan moment. Dan sebenernya masih banyak spot bagus buat poto, cuman berhubung kita fokus buat ngedengerin pemandu menjelaskan, alhasil cuman ada dua poto yang bisa dishare. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s