Reruntuhan Masa Lalu – Pulau Cipir

(Bagian Ketiga)

Pulau Cipir atau sering juga disebut Pulau Kahyangan ini merupakan kunjungan terakhir kami. Di pulau ini banyak juga terdapat peninggalan sejarah. Berada di pulau cipir, angin seperti mengucapkan selamat datang, lebih sejuk, tidak seperti ke dua pulau lainnya. Mungkin hembusan kencang angin laut. Sebelum kapal merapat ke dermaga, pemandu mengatakan bahwa peserta bisa berenang sepuasnya, dan dingatkan juga hati-hati dengan bulu babinya.  Berjalan menelusuri pulau Cipir, terdapat banyak bangunan bekas barak karantina haji, bangunan ini difungsikan untuk mengakomodasi para jemaah yang tidak tertampung di pulau Onrust. Sebuah rumah sakit tua yang dibangun sekitar tahun 1670 menarik perhatian saya. Patahan tembok dari bangunan itu masih berdiri kokoh, ada sisa toilet yang bersekat-sekat seakan menghadirkan atmosfer magis. Namun, keadaan tembok yang tidak utuh lagi diperparah dengan aksi vandalisme yang dilakukan para pengunjung, mereka buta mengenai benda cagar budaya yang seharusnya dijaga kelestarinnya.

Jpeg
Rumah Sakit di Pulau Cipir

Dulunya pulau ini juga dipenuhi dengan meriam-meriam kuno asal Belgia. Namun, penjualan meriam-meriam tersebut pada sekitar tahun 1960-an ke toko-toko barang antik dan pedagang besi tua mengakibatkan hanya tersisa beberapa meriam kuno saja.

P_20161211_131528.jpg
Sisa Meriam di Pulau Cipir

Adanya keberadaan sebuah jembatan beton yang seperti menghubungkan antara Pulau Cipir dan Pulau Onrust membuktikan bahwa dulunya Pulau Cipir hanya menjadi bagian dari ekspansi kesibukan yang berlangsung di Pulau Onrust. Pulau cipir seolah hanya dijadikan ‘Yang Kedua’, tertutupi oleh ketenaran Pulau Onrust. Jembatan beton itu dibangun untuk memudahkan lalulintas antarpulau tersebut. Ternyata, ide-ide untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya dengan jembatan sudah ada sejak dahulu. Namun, jika Pemerintah bisa merealisasi untuk membangun kembali jembatan yang menghubungkan Onrust dan Cipir dan pulau lainnya, maka inilah yang akan semakin menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung, menghidupkan kembali pulau kecil bersejarah dari keterasingannya dan menjadikannya sebagai warisan sejarah dunia.

IMG_20161212_115338_1.jpg
Jembatan beton di belakang kita ini lah yang seperti terlihat menghubungkan Pulau Cipir dengan Pulau Onrust

Di sudut pulau, terdapat dek dari beton dengan dengan pagar kayu berwarna coklat. Dek ini cocok bagi penggemar fotografi untuk melakukan pemotretan karena adanya aksen arsitektur seperti gerbang gerbang kecil menuju ujung dek.

Setelah puas berkeliling, akhirnya kita meregangkan saraf-saraf kaki di warung kecil. Kita memesan dua buah kelapa muda, satu buahnya dihargai Rp15.000. Harganya cukup terjangkau untuk mengusir dahaga.

Dari ketiga pulau yang kita kunjungi, hanya Pulau Kelor dan Pulau Cipir saja yang menyuguhkan nuansa pantai dimana pengunjungnya bisa bermain di tepi pantai. Karena saya dan abang tidak begitu suka main air, jadi selama berada di pulau-pulau kecil itu kita hanya menjelajahi reruntuhan bangunan tanpa mencicipi rasanya berlarian di tepi pantai sambil nyipratin air ke muka si abang. Bahahaha.. *sungkemkeabang*

Wisata sejarah selain memberikan wawasan mengenai masa lampau, juga menambah pelajaran dalam hidup. Seperti Pulau Cipir ini yang memberikan pesan bahwa hidup dalam bayang-bayang nama besar orang lain akan membuat nama sendiri semakin jauh dari ingatan sejarah.

IMG_20161219_125936.jpg
Ini perahu beneran berjasa, rela nganterin kita jelajah tiga pulau 😀

Tepat pukul 15.30 kita beranjak ke perahu motor dan meninggalkan Pulau Cipir dengan keterasingannya. Nelayan-nelayan yang bergotong royong menarik jaring kembali menjadi hiburan tersendiri. Masih dengan pemandangan rumah terapung, bedanya warna jingga langit mulai menampakan diri. Senja seperti bersembunyi malu dari balik kampung nelayan yang padat. Perahu mulai bergerak merapat ke dermaga Muara Kamal. Ucapan salam perpisahan pertanda kalau misi petualangan sehari telah selesai dilaksanakan.

IMG_20161219_082053.jpg
Senja di balik Kampung Nelayan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s